Guru Besar UGM Terbebas Dari Kanker Prostat Ganas

Hasil pemeriksaan PSA pada Januari 2003, saya dinyatakan terserang kanker prostat ganas.

Guru Besar UGM Terbebas Dari Kanker Prostat Ganas
Prof. DR. Stephanus D., Ph.D Dokumen PT Daun Teratai

Sebagai dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, sibuk, capek, dan pegal menjadi hal biasa bagi Prof. DR. Stephanus Djawanai, Ph.D. Saat saluran kencing nya terasa kurang enak, ia juga menganggapnya sebagai hal yang wajar. Namun, makin lama kondisi nya makin parah. "Malam hari buang air makin sulit dan tersendat, hingga suatu saat ada darah dalam urine" ujar Prof. Stephanus.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, ia diantar keluarga memeriksakan diri ke Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Melalui pemeriksaan USG diketahui bahwa ia mengalami pembengkakan dan divonis kanker prostat ganas, sehingga disarankan operasi TURP. Sebelum operasi, ia diberikan opsi oleh dokter untuk memilih terapi lain seperti kemoterapi, radioterapi, atau suntikan hormon. Sebetulnya ia tidak mau semuanya. Namun, suatu saat rasa sakit muncul, dan akhrnya ia disuntik hormon. Rambutnya rontok. Setelah itu ia tidak mau lagi berobat. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap indikator kanker (PSA) menunjukan nilai lebih dari normal yaitu 8,4 (normal 4). Makin tinggi nilai PSA, berarti jumlah sel kanker semakin banyak dan sebaliknya.

Akhirnya kepala perawat rumah sakit merekomendasikan sebuah obat herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao produksi PT Daun Teratai yang telah diteliti dan diuji di laboratorium farmakologi dan toksikologi Universitas Gadjah Mada. Setelah itu ia rutin dan teratur minum obat herbal tersebut, dan hasilnya setelah 2 bulan kondisi menjadi membaik. Semua keluhan yang selama ini dirasakan sudah tidak terasa lagi, dan rambut yang semula rontok telah tumbuh kembali. Tujuh bulan kemudian indikator PSAnya menurun. Dan oleh dokter dinyatakan sembuh.

Ia rutin meminum obat herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao sesuai aturan yang dianjurkan, serta tidak mengkonsumsi obat lain. Pada April 2004 hasil tes menunjukan nilai PSAnya 0,2 dan dokter menyatakan bebas dari kanker.

"Saya bersyukur Tuhan memberikan kesembuhan melalui obat herbal ini dan kini saya dapat beraktifitas kembali sebagai guru besar UGM Yogyakarta."

  • Prof. DR. Stephanus Djawanai, Ph.D
  • Guru Besar UGM
  • Yogyakarta

Diliput oleh : Majalah Kartini No. 2247 25 Juni - 9 Juli 2009