Ketahui Gejala dan Penanganan Penyakit Kanker Paru Sejak Dini

Penyakit kanker paru menjadi penyakit mematikan yang paling banyak diidap masyarakat dunia dibanding kanker lain.

Ketahui Gejala dan Penanganan Penyakit Kanker Paru Sejak Dini
sumber : https://www.medicalnewstoday.com/

Penyakit kanker paru menjadi penyakit mematikan yang paling banyak diidap masyarakat dunia dibanding kanker lain. Mungkin sobat sehat berpikir bahwa kanker paru hanya diderita oleh perokok aktif. Anggapan ini salah, karena penyakit ini juga bisa diidap juga oleh perokok pasif.

Oleh karena itu, sobat sehat perlu waspada dan mesti tanggap dengan gejala penyakit kanker paru. Apa sajakah gejalanya? Jawabannya ada pada informasi berikut.

Gejala Kanker Paru

Sobat sehat, penyakit kanker paru merupakan salah satu penyakit yang sulit dideteksi sejak dini. Alhasil, penyakit ini sering kali ketahuan setelah masuk ke stadium lanjut dimana kanker paru sudah cukup parah. Jadi, penting bagi anda untuk tahu gejala awal dari kanker paru.

  1. Batuk yang tidak kunjung sembuh lebih dari dua minggu patut anda curigai sebagai gejala kanker paru. Apalagi jika batuk disertai keluarnya darah. Jika anda mengalaminya, ada baiknya segera konsultasikan ke dokter ahli paru;
  2. Saat Anda sering mengalami sesak napas walaupun hanya beraktivitas ringan saja, jangan anggap sepele. Ini bisa jadi gejala dari kanker paru. Segeralah ke dokter untuk pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh;
  3. Nyeri di bagian dada bisa jadi gejala kanker paru. Biasanya nyeri yang dirasakan secara tiba-tiba dan terkadang tidak berlangsung lama hingga rasa nyerinya hilang sendiri;
  4. Gejala lainnya yang juga menjadi penanda awal penyakit kanker paru. Di antaranya, perubahan suara, mudah lelah, berat badan menurun hingga sulit menelan makanan. Untuk memastikannya, segera kunjungi dokter Anda.

Cara Mengobati Penyakit Kanker Paru dengan Obat Herbal

Ada beberapa cara penyembuhan kanker paru. Namun, yang memiliki jaminan keamanan dengan efek samping yang ringan yaitu pengobatan menggunakan obat herbal. Walaupun pengobatan herbal bukan merupakan pengobatan utama, penderita kanker paru dapat mencegah mutasi sel-sel kanker lebih menyebar.

Obat-obat herbal sesuai namanya memiliki bahan baku yang alami tanpa tambahan bahan-bahan kimia lainnya. Untuk obat herbal kanker, tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat ada berbagai jenis. Di antaranya kulit manggis, daun sirsak, daun kelor, bawang putih, keladi tikus, dan lain sebagainya.

Bagi sobat sehat atau saudara Anda sayangi, saat ini tengah mengidap kanker paru, dapat melakukan pengobatan alternatif dengan mengonsumsi obat herbal yang dijamin aman tanpa efek samping.

Salah satu obat herbal kanker paru yang dijamin aman dan telah terdaftar di BPOM RI, Depkes, dan MUI, bahkan telah teruji klinis di Fakultas Farmasi YGM Yogyakarta dan Laboratorium Kuljar RS Dharmasi Jakarta adalah Obat Kanker Paru Daun Teratai atau Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao.

Hasil Uji Toksitas Akut

  • Sampai dosis tertinggi yang dapat diterima tidak terjadi kematian hewan uji;
  • Potensi ketoksikan akut oral obat herbal Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao termasuk kategori minimal praktis tidak toksik ( LD50 semu > 12.500 mg/kgBB);
  • Sampai dosis tertinggi 12.500 mg / kg BB tidak menunjukkan gejala toksik dan tidak menunjukkan efek toksik-khas yang berarti.

Hasil Uji Efek Penghambatan

  • Pemberian CSTRLY 3 x sehari selama 30 hari dapat menurunkan % mencit terkena tumor, dan % tumbuhnya tumor akibat bp dan dmba;
  • Pemberian dosis 450 mg/kg bb CSTRLY menurunkan % jumlah nodul kanker sebesar 54 %;
  • Pemberian dosis 1500 mg/kg bb CSTRLY dapat menurunkan % tumbuhnya tumor sebesar 77%.
    Pada kelompok post inisiasi, pemberian dosis 750 mg/kg bb menunjukkan penurunan jumlah nodul sebesar 55% dan pemberiam dosis 1500 mg/kg bb dapat menurunkan % penurunan jumlah nodul sebesar 80%;
  • Percobaan dengan tikus, inisiasi, pemberian dosis 750 mg/kg bb menurunkan % tumbuhnya nodul sebesar 42% dan penghambatan pertumbhuhan kanker sebesar 83%;
  • Percobaan dengan tikus, post inisiasi, pemberian dosis 750 mg/kg bb menurunkan % tumbuhnya nodul sebesar 40% dan penghambatan pertumbuhan kanker sebesar 80% .