Lima Obat Penyembuh Kanker Yang Mujarab

Pola hidup yang tidak sehat merupakan salah satu penyebab kanker.  Oleh sebab itu masyarakat hendaknya memperhatikan kesehatannya, terutama makanan.

Lima Obat Penyembuh Kanker Yang Mujarab
sumber : https://www.healthshots.com

Pola hidup yang tidak sehat merupakan salah satu penyebab kanker.  Oleh sebab itu masyarakat hendaknya memperhatikan kesehatannya, terutama makanan. Selain dibiasakan agar rajin berolahraga yang teratur, juga mengonsumsi makanan sehat alami. Mencegah penyakit itu lebih baik daripada mengobatinya. Selain mahal, obat penyembuh kanker masih jarang sehingga penderita yang sudah lama tak kunjung sembuh biasanya mencoba jalur pengobatan alternatif.

Dalam memilih pengobatan alternatif, kita perlu bersikap bijak. Jangan hanya karena merasa kesal penyakit kankernya tak kunjung sembuh, lantas memilih sembarang pengobatan alternatif yang tidak memenuhi standar kesehatan. Pelajari dulu produk yang akan dikonsumsi dan cari tahu legalitas perusahaan yang memproduksinya, sebab saat ini banyak beredar obat herbal palsu berbahan kimia yang tak aman dan justru sangat membahayakan bagi kesehatan penderita.

Pengobatan alternatif biasanya semua ramuan obatnya menggunakan bahan dasar alami, baik berasal dari tanaman maupun bagian tubuh hewan. Umumnya bahan obat-obatan tradisional tersebut sudah sering digunakan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya. Tidak aneh kalau kelompok masyarakat tertentu telah meyakininya sebagai obat manjur untuk penyakit tertentu bagi keluarganya.

Berikut ini dijelaskan ada lima obat penyembuh kanker yang sudah sering digunakan oleh masyarakat. Obat-obatan tradisional tersebut sudah terbukti mujarab dalam menyembuhkan berbagai penyakit kronis. Namun, tentu saja perlu diperhatikan cara pemakaiannya agar sesuai dengan ketentuan dan sebaiknya dikonsultasikan dulu kepada orang yang ahli dibidangnya.   

Pertama, buah merah (pandanus conoideus) Papua. Obat berbahan dasar buah merah asal Papua ini sudah dikenal luas sebagai salah satu obat-obatan herbal yang mampu menyembuhkan penyakit asam urat. Sudah banyak orang yang sembuh setelah mengonsumsi sari minyak buah merah secara rutin dengan dosis tertentu. Selain itu, buah merah juga mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti protein, karbohidrat, kalori, lemak sehat, dan antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, alfa-karoten, beta-karoten, dan zat warna antosianin yang baik buat tubuh dan mujarab digunakan sebagai penangkal kanker.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh beberapa peneliti, ternyata buah merah mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, seperti kanker ovarium, kanker usus besar, dan kanker payudara. Namun sayangnya penelitian secara klinis masih sangat minim, sehingga klaim buah merah sebagai obat penyembuh kanker masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

Kedua, echinacea. Tanaman yang dikenal sebagai salah satu obat penyembuh kanker ini berasal dari keluarga asteraceae dan banyak tumbuh di  bagian Timur Amerika Utara dan Eropa. Ada tiga spesies tanaman berkhasiat ini yaitu echinacea purpura, echinacea angustifolia, dan echinacea pallida.

Salah satu dari ketiga spesies tersebut yaitu echinacea purpura (orang sering menyebutnya dengan nama coneflower ungu, snakeroot kansas, atau black sampson)  merupakan tanaman yang paling sering digunakan dalam penelitian dan pengobatan. Echinacea purpurea sangat efektif dalam pengobatan kanker. Zat flavonoid yang terdapat didalamnya diyakini mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat memperpanjang tingkat harapan hidup penderita kanker stadium lanjut.

Ketiga, teh hijau. Tanaman ini mengandung polifenolik yang berperan penting sebagai obat penyembuh kanker. Beberapa hasil riset terhadap hewan membuktikan bahwa teh hijau efektif dalam melawan tumor dan mutasi genetik. Zat epigallocatechin (EGGG) yang terkandung dalam tanaman ini mampu melindungi sel dari kerusakan DNA yang disebabkan oleh spesies oksigen yang reaktif. Selain itu, folifenol yang dikandung teh hijau tidak hanya dapat mencegah pembelahan diri sel kanker, tetapi juga mampu merusak dan membunuh sel-sel tumor. Teh hijau sangat baik digunakan untuk melawan tumor, kanker usus besar, dan lambung.

Keempat, bawang putih. Tanaman yang dikenal sebagai salah satu bahan bumbu masak ini dipercaya mampu memperlambat penyebaran sel-sel kanker seperti kanker usus besar, kanker lambung, kanker payudara, dan kanker kandung kemih. Ajoene, zat pengikat sulfur yang terkandung dalam bawang putih bekerja memperlambat produksi sel-sel kanker. Banyaknya zat sulfida organik dan polisulfida yang terdapat dalam bawang putih sangat berperan dalam penyembuhan kanker.

Dalam sebuah riset yang dilakukan terhadap lebih dari 400 ribu wanita, ternyata orang yang paling banyak mengonsumsi bawang putih memiliki risiko terkena kanker kolon 50% lebih dari orang yang mengonsumsi paling sedikit. Para peneliti meyakini bahwa penyebabnya adalah allicin, antioksidan dalam bawang putih yang bisa memerangi infeksi dan bakteri.

Kelima, temulawak (curcuma xanthorrhiza). Temulawak memiliki zat berwarna kuning pekat dan mengandung curcumin. Senyawa ini merupakan bahan aktif yang memiliki efek anti-peradangan yang cukup kuat sehingga mampu mencegah berbagai penyakit.

Menurut dokter dari Universitas California, Los Angeles  (UCLA), curcumin dapat memblokir enzim yang mendorong pertumbuhan kanker di kepala dan leher. Riset lainnya yang dilakukan oleh Pusat Medis Universitas Maryland menyatakan bahwa sifat antioksidan curcumin mampu memerangi radikal bebas sehingga dapat membuat seseorang terhindar dari berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.

Selain kelima tanaman tersebut, ada juga tanaman herbal lainnya yang telah diramu dan dikemas secara khusus untuk pengobatan kanker. Penderita tak perlu repot-repot meramunya lagi karena bahan herbal yang digunakan sudah terbukti mujarab dalam mengobati berbagai jenis penyakit tumor jinak maupun tumor ganas.

Salah satu obat tersebut adalah Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao (CSTRLY) yang diproduksi oleh PT Daun Teratai Pharmaceutical. Bahan baku obatnya 100% alami yang berasal dari pedalaman Provinsi Yunan, Tiongkok.  Obat ini juga aman dikonsumsi karena telah teruji secara ilmiah oleh Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta yang meliputi uji ketoksikan dan uji khasiat.