Obat Herbal Rekomendasi BPOM RI Dijamin Aman

Dewasa ini fungsi obat herbal naik level menjadi komplementer medis dalam pengobatan penyakit tertentu. Obat herbal sekarang tidak hanya sekadar untuk mengobati saja.

Obat Herbal Rekomendasi BPOM RI Dijamin Aman
Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao

Dewasa ini fungsi obat herbal naik level menjadi komplementer medis dalam pengobatan penyakit tertentu. Obat herbal sekarang tidak hanya sekadar untuk mengobati saja. Namun, telah menjadi produk terekomendasi BPOM RI. Produk herbal untuk kesehatan yang sudah terekomendasi tersebut manfaatnya telah teruji secara turun temurun, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pemakaian herbal sebagai obat memang sudah tidak asing dalam masyarakat kita.

Seiring dengan berubahnya pola hidup sehat di masyarakat, maka keinginan untuk mengonsumsi produk herbal juga jadi semakin bertambah. Sayangnya kesadaran tersebut tidak diiringi dengan pengetahuan yang memadai. Mereka mengonsumsi produk herbal hanya berdasarkan informasi dari mulut ke mulut saja, sedangkan pengetahuan tentang bahan baku produk herbal masih terabaikan. Bahkan efek samping produk herbal tanpa izin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) tidak menghalangi mereka untuk terus mengonsumsinya.

Perilaku masyarakat yang seperti ini adalah akibat gencarnya iklan-iklan produk herbal, padahal reaksi obat herbal pada tiap orang tidak sama. Faktor alergi pada zat tertentu yang terkandung pada produk tanpa uji klinis juga patut diwaspadai. Kehadiran BPOM bertujuan menyaring produk-produk herbal yang tidak layak beredar di pasaran. Lembaga ini harus mampu mengawasi dan mendeteksi peredaran produk herbal demi keselamatan masyarakat.

Cara Mengecek Obat Herbal di BPOM RI

Ciri-ciri produk herbal yang direkomendasikan BPOM di antaranya adalah:

  1. Pada kemasannya memiliki merk, nama produsen, dan nomor registrasi yang dikeluarkan oleh BPOM;
  2. Bahan baku pembuat produk herbal tersebut juga tertera jelas di kemasannya;
  3. Nomor registrasi produk dapat diakses di website BPOM.

Produk yang dapat diakses di website BPOM berarti telah lolos uji praklinis atau klinis  dan aman dikonsumsi. Hal ini berarti produk herbal tersebut tidak mengandung bahan-bahan berbahaya, seperti misalnya campuran bahan kimia di dalamnya.

Obat Kanker Herbal Daun Teratai "Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao" terdaftar di BPOM RI dan telah diuji klinis di UGM dan Lab.Kuljar RS Dharmais Jakarta.

Ciri Produk Herbal Berbahaya

Produk herbal banyak sekali yang tidak layak konsumsi dan sangat membahayakan tubuh kita. Oleh sebab itu kita wajib mengetahui atau membedakannya antara produk yang sehat dan aman dengan produk yang tidak aman atau tidak direkomendasikan. Ciri-ciri produk yang berbahaya di antaranya adalah:

  1. Tidak jelas produsennya, padahal sesuai standar WHO kemasan obat harus mencantumkan merek dan pihak produsen.
  2. Tidak ada rincian kandungan bahan-bahan pembuat obat, padahal seharusnya harus ada rincian kandungan bahan-bahannya agar masyarakat tidak salah konsumsi.
  3. Belum terdaftar di Depkes RI.
  4. Tidak memiliki izin BPOM yang berarti belum teruji secara ilmiah.
  5. Penyakit dirasakan cepat hilang dalam sekali minum produk herbal. Produk seperti ini harus dicurigai mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Proses penyembuhan menggunakan obat herbal biasanya terjadi secara bertahap.

Tidak semua produk herbal yang beredar di pasaran aman dikonsumsi. Kita harus teliti ketika membeli produk herbal dengan memeriksa nama produsen juga daftar bahan-bahan obat yang tertera pada kemasan. Produk yang tidak memiliki nomor registrasi BPOM di kemasannya patut diwaspadai mengandung bahan-bahan berbahaya.