UJI KLINIS

Obat Kanker Herbal yang telah di klinis di Universitas Gajah Mada dan RS Kanker Dharmais

Dalam perkembangannya Obat Herbal PT. Daun Teratai Telah mendapatkan sertifikasi sebagai berikut;

  1. Ditetapkan sebagai Obat herbal terstandar oleh BPOM , dengan nomor registrasi POM. HT. 133 300 311 (lampiran di bawah)
  2. Telah mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) oleh Badan POM No. 0125/CPOTB/03/43/1/2010 (lampiran di bawah)
  3. Telah teruji secara ilmiah (lulus pengujian pra-klinis dan uji toksisitas akut di UGM Yogyakarta, 2002)
  4. Telah Mendapatkan Sertifikat ISO 9001 - 2015 Traditional Medicine Industry
Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao Telah Diuji Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada tahun 2002
Pengujian Klinis meliputi :
I. Uji Ketoksikan Akut :

Hasil pemeriksaan fisik (purata kenaikan berat badan per hari = ADG) dan gejala-gejala toksik selama 14 hari terhadap tikus akibat pemberian suspensi kapsul Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao.

Hasil Uji Ketoksikan :

- Purata ADG tikus jantan dan betina kelompok II - V bila dibandingkan kelompok I sebagian besar menunjukkan perbedaan tidak bermakna (P > 0.05)

- Pemberian dosis 20 - 12.500 mg/kgBB tidak mempengaruhi perkembangan berat badan

- Tidak ada gejala toksis yang teramati

II. Uji Penghambatan Terhadap Pertumbuhan Tumor Paru :

Penghambatan Terhadap Pertumbuhan Tumor Paru Pada Tikus Yang diinduksi dengan Dimethylbenz [a] Antrazene (DMBA)

Hasil Uji Efek Penghambatan Terhadap Pertumbuhan Tumor Paru Pada Tikus :

- Perlakuan inisiasi dosis I mampu menurunkan prosentase tikus yang terkena nodul tumor paru-paru sebesar 25%, dengan prosentase penghambatan terhadap tumor paru-paru sebesar 50%

- Inisiasi dosis II mampu menurunkan prosentase tikus yang terkena nodul tumor paru- paru sebesar 41,7% dengan prosentase penghambatan terhadap tumor paru-paru sebsear 83,4%

- Post Inisiasi dosis I mampu menurunkan prosentase tikus yang terkena nodul tumor paru-paru sebesar 38,9%, dengan prosentase penghambatan terhadap tumor paru- paru.

4. Telah teruji di laboratorium Kultur Jaringan, Instalasi Penelitian dan Pengembangan di Rumah Sakit Kanker Dharmis Jakarta pada Tahun 2006
Pengujian meliputi :
  1. Sel Kanker Mulut Rahim (Casky)
  2. Sel Kanker Kolon (HT-92)
  3. Sel Kanker Payudara (MCF-7)
  4. Sel Kanker Mulut (BK Cell)

Korelasi antara Apoptosis Sel Kanker Mulut Rahim (Casky), Sel Kanker Kolon (HT029), Sel Kanker Payudara (MCF-7), serta Sel Kanker Mulut (BK Cell) dan Kosentrasi Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao.

Kesimpulan :
  1. Ekstrak etanol Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao, secara invitro memiliki efek sitotoksik yang tinggi dalam menghambat pertumbuhan sel kanker mulut rahim (casky), sel kanker kolon (HT-29) dan sel kanker mulut (KB), tetapi mempunyai efek sitotoksik yang rendah terhadap sel kanker payudara (MCF-7)
  2. Ekstrak etanol sediaan jadi kapsul Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao, secara invitro memiliki potensi yang tinggi dalam mempengaruhi proses apoptosis sel kanker mulut rahim (casky), sel kanker kolon (HT-29), sel kanker payudara (MCF-7), dan sel kanker mulut (KB).
5. Penghargaan dari Indonesia Biology Journey

Kembali ke alam atau back to nature adalah semboyan yang sering digunakan belakangan ini. Obat herbal diproduksi menggunakan bahan-bahan alami yang bebas dari efek samping. Obat- obatan yang berasal dari alam disebut dengan obat herbal, pengobatan ini sudah ada sejak berabad-abad yang lalu dan digunakan para nenek moyang kita sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati penyakit.

Obat herbal juga bisa digunakan untuk lebih dari satu penyakit, bukan hanya itu obat herbal juga berfungsi menghilangkan penyakit hingga ke akar penyebarannya. Hal ini dikarenakan efek dari obat herbal bersifat holistik (menyeluruh) sehingga tidak terfokus pada penghilangan penyakit tetapi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

Obat herbal tidak ada efek samping, hal ini dikarenakan obat herbal terbuat dari bahan-bahan organik yang komplek. Obat herbal dapat kita anggap sebagai makanan yang kita makan, yang dikonsumsi guna untuk memperbaiki sistem organ tubuh yang rusak. Obat herbal harus digunakan dengan dosis yang tepat karena kelebihan obat herbal juga sama seperti halnya kelebihan makanan yang kita konsumsi. Khasiat obat herbal terutama obat herbal terstandar dan fitofarmaka dapat dibuktikan dari hasil penelitian baik uji klinis maupun uji pra klinis. Mungkin orang-orang bertanya mengapa obat herbal tidak ada efek sampingnya, karena obat herbal terbuat dari tumbuh-tumbuhan dari alam.

Di zaman sekarang banyak tumbuhan bahan baku obat herbal dibudidayakan, tetapi ada juga tanaman obat herbal yang benar-benar diambil dari alam liar yang belum terkena polusi bahkan tempatnya sulit untuk dijamah manusia. Menurut Badan POM obat herbal terstandar adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah distandarisasi. Bahan baku dan proses produksinya juga harus memenuhi proses pengujian di laboratorium yang meliputi uji khasiat dan uji keamanan.

Uji khasiat dilakukan terhadap hewan uji yang secara fisiologis dan anatomi yang dianggap hampir sama dengan manusia. Sedangkan uji keamanan dilakukan untuk mengetahui ada toksik atau tidak, uji keamanan dilakukan uji toksisitas akut, uji toksisitas subkronis atau jika diperlukan uji toksisitas kronis. Dari pengujian praklinik tersebut akan diketahui mengenai khasiat bahan tersebut, dosis yang tepat untuk terapi, keamanan dan efek samping yang mungkin timbul. Fitofarmaka adalah tingkatan tertinggi untuk obat herbal. Obat tersebut telah diuji secara klinis (pengujian terhadap manusia.)

Obat herbal merupakan pengobatan jangka panjang, reaksi obat herbal memang tidak instan dibandingkan dengan obat - obatan kimia. Dr Nangkan Putu dalam artikel Seputar Dunia Herbal mengatakan bahwa " obat herbal akan memperbaiki gangguan hemodinamika dalam tubuh kita, ketika tubuh terserang suatu penyakit berarti ada bagian yang kacau dan perlu diperbaiki kembali "

Obat herbal akan membantu untuk mengembalikan keseimbangan meski efek yang dirasakan tidak langsung oleh sebab itu, penggunaan obat herbal membutuhkan waktu yang lama

SERTIFIKASI

Sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) oleh Badan POM No. 0125/CPOTB/03/43/1/2010

Sertifikat sebagai Obat herbal terstandar oleh BPOM, dengan nomor registrasi POM. HT. 133 300 311



ISO-9001

HALAL MUI

Sertifikat Uji Klinis Universitas Gajah Mada, LIPI dan RS Kanker Dharmais